Teman saya menceritakan kegalauannya sebagai seorang perempuan. Di usia yang hampir mengijak kepala 3, sang pacar belum juga menunjukkan tanda-tanda serius untuk mengajaknya menikah. Saban diajak membicarakan secara serius masalah pernikahan, ending – nya mereka malahan bertengkar. Kegalauannya semakin menjadi tatkala orang tua terus menerus bertanya padanya, menanyakan kapan pacarnya akan melamar.
Saya tidak mengerti harus menanggapi bagaimana. Saya hanya sedikit menceritakan pengalaman saya sendiri kenapa cowok biasanya tidak segera memutuskan untuk menikah. Yang jelas bukan karena si cowok tidak mencintai pacarnya. Itu penting untuk dipegang. Kenapa penting? Karena kegalauan itu muncul karena adanya prasangka bahwa si pacar mulai tidak mencintainya lagi sehingga tidak mau segera diajak untuk menikah. Cowok biasanya memilih untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang terlebih dahulu. Cewek pun biasanya juga demikian. Namun kadang cewek tidak lebih kuat dari cowok karena tekanan dari keluarga atau masyarakat. Atau juga tekanan dari dalam dirinya sendiri. Tekanan kekhawatiran apabila ditinggalkan. Sebelum memutuskan menikah cowok ingin mendapatkan dulu kemapanan dalam hal karir. Paling tidak dia sudah bisa memiliki tabungan sendiri. Kalau orang jawa, paling tidak sudah punya turangga (kendaraan), uang untuk DP griya (rumah), sebelum memutuskan untuk memiliki garwa (pasangan hidup).
Apabila seorang cowok sudah merasa mapan dalam ukuran-ukuran yang ditetapkannya sendiri, mungkin rasa percaya dirinya akan bertambah. Kepercayaan diri inilah yang dibutuhkannya untuk membuat keputusan ya ayo kita menikah. Pernikahan adalah suatu peristiwa besar dalam kehidupan. Karenanya, keputusan untuk melakukan pernikahan adalah juga keputusan yang besar. Keputusan besar tentu harus dibuat dengan pertimbangan yang matang. Tidak gegabah.
Maka, mengertilah wahai para wanita bukan maksud hati para pria membuat hatimu galau dengan tidak segera mengajak dirimu menikah. Mereka masih mempersiapkan diri mereka karena mereka menganggap pernikahan adalah sesuatu yang berharga dan penting. Kalau pria pasangan kamu itu serius maka dia tidak akan main-main (ya iya lah). Penting untuk membuat komitment dan rencana yang jelas, termasuk kapan akan menikah. Dengan begitu mungkin akan membuat kegalauan sedikit berkurang. Selamat menempuh hidup baru.
Filed under: Reflection
