Menciptakan, mengembangkan dan mengelola komitmen

Tell me and I will forget

Show me and I will remember

Involve me and I will understand

 

Setalah bekerja di bagian pengembangan sumber daya manusia (PSDM) selama tiga setengah tahun, aku mengerti. Terdapat korelasi yang amat positif dan signifikan antara komitmen dan performance. Seorang pekerja yang memiliki komitmen akan memberikan unjuk kerja yang outstanding. Sebaliknya, pekerja yang tidak memiliki komitmen akan menjadi pekerja yang performancenya poor. 

Komitmen pekerja adalah sebuah penentu atau pembeda adanya pekerja yang dalam posisi sama dan pekerjaan sama namun menunjukkan hasil kerja yang berbeda-beda. Komitmen adalah sebuah sikap. Sikap keutamaan yang meletakkan apa yang diyakini sebagai baik akan ditekuni dengan sepenuh hati, sekuat budi, dan segenap tenaga. 

Suatu ketika ada seorang pekerja yang pintar namun orang yang pintar itu tidak menunjukkan kepintarannya dalam bekerja, mengapa? Karena komitmen tidak ada. Tidak ada passion, tidak ada gairah, apalagi determinasi. Orang yang senang dengan pekerjaan maka akan mau dan berusaha mampu untuk mendeliver hasil kerja. Komitmen yang hendaknya diperjuangkan adalah komitmen pada perusahaan, komitmen pada profesi, dan komitmen pada pekerjaan. 

Oleh karena komitmen adalah sesuatu sikap yang penting maka PSDM hendaknya sudah mengenali sedari awal masuk kerja apakah seorang kandidat akan dapat menunjukkan komitmen dalam pekerjaannya. Bagaimana mendeteksi orang yang memiliki komitmen dan tidak? Apakah dia mencari kerja hanya kerena tidak ada pekerjaan lain? Apakah dia mencari kerja karena ada kesungguhan? Apakah dia mengenal baik perusahaan Anda? Intinya adalah motivasi apa sehingga kandidat melamar di perusahaan Anda. 

Bagaimana menciptakan komitmen di dalam perusahaan? Pameo di atas sudah menjelaskannya. Apabila manajemen atau bagian PSDM hanya menceramahi pekerja untuk berkomitmen maka ceramah itu akan dilupakannya. Apabila manajemen dan PSDM memberikan keteladanan bagaimana berkomitmen dalam bekerja, maka para pekerja akan mengingat keteladanan itu. Terlebih apabila pekerja dilibatkan dalam proses kebijakan dan tindakan perusahaan, maka pekerja akan memahani dan mengerti lantas akan mau terlibat.

PSDM memiliki peran penting dalam menciptakan komitmen. Maka, logisnya PSDM harus memiliki komitmen pada perusahaan. Sebelum memiliki komitmen itu, PSDM sudah memiliki pandangan yang positif pada perusahaannya. Apabila seorang yang bekerja di PSDM memiliki pandangan yang negatif pada perusahaan (dan itu mendominasi paradigmanya) maka sebaiknya dia meninggalkan perusahaan itu. Jajaran line manager yang merupakan front liner PSDM juga hendaknya adalah orang-orang yang memiliki komitmen pada perusahaan. 

Libatkan pekerja dalam bisnis perusahaan. Jelaskan latar belakang supaya pekerja memahami kebijakan yang diambil. Berikan investasi pada kegiatan yang memunculkan kecintaan pekerja pada perusahaan.

10 Responses

  1. Sudah lama ya Frater gak apdet. welkam bek dulu :mrgreen:

  2. Hi hi, saya punya komitmen untuk bekerja di beberapa perusahaan impian, sayangnya saya belum di ajak bergabung :mrgreen:

  3. Komitmen yang pasti berhubungan dengan suatu loyalitas bagi seorang karyawan termasuk daku..
    dan meski memegang komitmen apapun , pasti ada aja godaannya..
    :)

  4. welcome back Frater.

    dan mohon izin nitip link mengenai skandal incest di Jambi, di mana seorang ibu hamil 8 bulan akibat hubungan sumbang dengan anak kandung sendiri. Menurut pengakuan mereka, dilakukan atas dasar suka sama suka.

    Apakah ini Oedipus Complex yang luput dari sentuhan moral agama , atau sekadar ikut trend hedonisme zaman ini ?

    Kisah selengkapnya bisa dibaca di :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/07/26/kasus-incest-di-jambi-anak-hamili-ibunya/

    terima kasih

  5. komitmen…!!

  6. makanya setiap organisasi sangat perlu psdm

  7. iya, saya juga sampai sekarang berusaha keras untuk menjaga komitmen saya pada setiap hal yang saya pilih.. dan itu susah jg yah.. bertarung dengan rasa bosan dan keinginan untuk menyerah, hehehe..

    makanya harus dinikmati :) klo saya habis bekerja keras, saya berusaha untuk memanjakan diri, misalnya dengan tidur2an, blogging-browsing, atau bahkan ke salon/belanja, hehehe.. lumayan ampuh untuk merecharge semangat buat keesokan harinya.

    orang bilang: play hard, and work even harder

  8. Blognya Menarik. akan saya tunggu updates berikutnya.
    Salam kenal.

  9. memang, komitmen itu mesti dipunyai, jika tidak akhirnya pekerja cuma “setor muka” di kantor, nggak kerja secara maksimal. jika beberapa orang saja yang nggak punya komitmen, maka para pekerja lain bisa ketularan loh. dan kayaknya atasan mesti menunjukkan contoh bagaimana berkomitmen secara sungguh2 deh.

    salam kenal :)

  10. Yg jelas komitmen musti dari hati.
    (Kalo ga dari hati namanya bukan komitmen kali yakk).

    Bagaimana menciptakan komitmen di dalam perusahaan? seorang memberikan pengorbanannya pada apa yg dianggap sbg bagian dari miliknya. makanyamusti bisa numbuhin sense of belonging. dari sense of belonging muncul komitmen n loyalitas

Leave a Reply