Kisah temanku di USA

Pagi ini aku terima surat elektonik dari seorang teman,  pastor, di USA. Beginilah isi suratnya:

” Met pagi,

Hari ini saya berangkat sekolah ke harvard,sedang hujan salju. Tak terlalu lebat tapi cukup dingin, minus 2 celcius.Bagi kita orang tropis, salju adalah sesuatu yang exciting karena tak pernah terjadi di negara kita.Namun kulit kita menjadi sangat sensitif karena udara dingin.setiap hari kita harus pakai cream (nivea for dry skin), karena kulit menjadi keriput dan bersisik serta gatal.

Salju masih terus turun sampai nanti awal maret.soal imam dan gereja, kamu tahu kan, di tahun 2002 Boston diocese terkena kasus fedophilia. Hingga keuskupan harus membayar sekitar $ 100 juta  untuk biaya kompensasi pada kurban dan biaya persidangan.sekarang umat ada pada tahap recovery, mulai tahap penyembuhan.Akibatnya saat ini Boston amat ketat menerima kedatangan imam, perlu surat2 resmi dari tempat dia berasal tak boleh kena kasus: minum, skandal sexual, dsb. di sini lain, kini para teolog usa juga mulai mikir,bagaimana kalau para imam itu menikah saja? tak kira ini opsi ke depan, tapi entah kapan terjadi!

Gereja Boston  kini di huni oleh 3 kelompok besar:Latin Amerika (mexico, brasil, dll), Asia (vietnam, cina, india) dan Umat USA sendiri. Rasanya di tahun ke depan, ciri amerika latin akan makin kuat karena perkembangan umat asli USA sendiri tertatih2. Imam -imam asli sini juga mulai berkurang.

Di tempatku, seorang imam memegang 3 paroki karena tak ada imam baru.Kami para pelajar, tinggal di paroki dan membantu misa sabtu/minggu.

ok, begitu dulu sedikit kisah dari Boston 

A. Galih Arga

Weston Jesuit School of Theology

Cambridge, Boston, USA “

………………………

aku pernah berpikir bagaimana kalau aku menjadi seorang pastor. Ah tidak, aku sudah mantab dengan jalan panggilan sekarang. Menanggapi soal krisis kepercayaan umat pada pemuka agamanya, ini bisa menjadi bahan refleksi yang mendalam bagi para pemuka agama bahwa mereka adalah dibutuhkan untuk memberikan kesaksian hidup bahwa Tuhan mencintai manusia.

About these ads

27 Responses

  1. Jadi teringat sama paman bojoku yang kebetulan seorang romo dari jesuit, skrg beliau juga lagi di USA tapi lupa sebelah mana, barangkali beliau lagi kedinginan juga he.. he..

    btw, ide para teolog USA barangkali bisa jadi terobosan baru coz biar para imam lebih membumi dan lebih melekat terhadap problem para pengikutnya yang mayoritas tidak selibat. Tapi kasus fedophilia terjadi bukan semata karena sang imam tidak menikah, sebab fedophilia adalah penyakit dan bukan sekedar penyaluran dorongan yang bersifat manusiawi…

    Salam Damai…

  2. aku rasa solusi “pastor menikah” bukan solusi tapi malah akan menimbulkan masalah baru. tidak bermaksud meremehkan orang yang berkeluarga atau terikat hubungan, mereka akan lebih sulit total dalam pelayanan umat. akan ada pretensi lain. bdk romo dan pendeta.

  3. yupp frater, tentu beda antara romo dan pendeta, sejelas beda katolik dan protestan beserta sejarahnya, kebetulan di keluarga istriku ada 2 romo selain paman istriku juga mendiang romo sewoko, sj. nahhh dengan mendiang beliau ini aku sering bertemu (* bahkan aku juga ikut kursus perkawinan katolik lho… *) karena terakhir beliau di paroki Santa Ana klender, jd buatku cukup terang perbedaanya…

    Cuma apakah gereja katolik begitu khawatir dengan para imamnya jika mereka menikah tidak dapat melayani ummat dan lebih sibuk kepada urusan duniawi ? bukankah iman yang kuat adalah iman yang teruji dari cobaan ? bukankah menghadapi lebih baik dari lari menghindar ?

    Tetapi kalau alasan selibat adalah mengikuti jejak yesus dan bukan semata khawatir tergoda urusan dunia itu baru alasan kuat…

    Salam Damai…

  4. ya, mungkin aku yang terlalu picik, menempatkan alasan “pelayanan tidak akan total, jika pelayannya menikah (terlibat urusan duniawi)”. saya pikir, Gereja tidak menempatkan alasan itu untuk tetap memegang dogma selibat pastor. alasan kedua yang sampeyan sebutlah yang lebih tepat.

  5. semoga begitu ter… :D

    Salam Damai…

  6. tapi Frater, kamu bukan Pastor kan? baru hanya sempat terlintas kan?

    syukurlah…..

    *ngelus-ngelus dada

    (takut 1 cowo yg bisa dinikahi hilang dari peredaran..hahahahahhahah)

    “kini para teolog usa juga mulai mikir,bagaimana kalau para imam itu menikah saja? tak kira ini opsi ke depan, tapi entah kapan terjadi!”

    hmmmm….aku no comment! tapi, kalau misalkan itu terjadi, apa artinya biarawati juga akan dibolehkan menikah? soalnya setahu aku. pastor, biarawati…mereka tidak boleh menikah karena sepanjang hidup mereka adalah pengabdian kepada Tuhan.

  7. #verlita
    doamu ternyata terkabul, pernah terlintas dalam benakku untuk menjadi pastor dan aku sudah sempat 2th pakai jubah (tapi belum jadi pastor). Soal biarawan-wati menikah, itu hanya wacana saja neng, belum jadi dogma dari Gereja. Aku, pribadi, lebih prefer kalau mereka tetap selibat.

  8. Aku juga gak setuju klo romo menikah, ntar malah mumet mikir dapur keluarga. Untuk tau kehidupan keluarga tak perlulah berkeluarga dulu. Sama tuk tau api itu panas tak perlulah menyentuhnya. Semua bisa dipelajari en diselami dari kehidupan sekitar kita.

    Oya, Omku sedang cuti selama satu tahun di Boston juga. Beliau sungguh romo yang sangat sederhana dan sangat pintar.

  9. #chocovanilla
    setujuh sekali, tapi sayangnya kok yo ada saja pastor yang main api, lha malah kesrimpet jarik tho.

    kalau pastor Jesuit mungkin tinggal di Xavier Jesuit Center
    3450 West 53rd Avenue
    Denver, Colorado. betul tidak mbak? omnya siapa namanya?

  10. Selibat atau tidak?

    Ini bahan perdebatan yang gak bakal ada habis-habisnya, apalagi kalau sudah masuk ke dogma atau theologia.

    Aku lebih tertarik mengomentari email dari temanmu itu, Frater, sebagai surat pribadi mengenai dinamika kehidupan secara umum di Boston dan sekitarnya.

    Cara kawanmu menuliskan keadaan disana mengasyikkan, sebab meskipun ringkas namun polos dan terbuka. Misalnya mengenai gagasan yang berkembang di sana agar imam menikah saja, temanmu itu lebih memilih sikap “entah”. Buat aku itu asyik banget.

    Terima kasih Frater Telo,
    Terima kasih juga buat verlita yang menghitungmu sebagai bagian dari probalitas untuk jadi pasangannya kelak. Who knows ? hehehe…

    Horas!.

  11. Ketika anak saya masuk Seminari, saya separo mengijinkan separo nggondeli. Seiring berjalannya waktu, hasil sharing dengan istri juga, yang akhirnya menguatkan, bahwa mungkin itu memang jalan hidup yang harus dilaluinya.

    Walaupun sempat ada ‘goncangan’, sampai saat ini jagoan-ku masih berada di Bogor. Semoga saja benih panggilannya bisa berlanjut.

  12. #tobadreams
    aku senang dengan komentar anda. dan anda benar sekali, ketika anda membaca tulisan temanku itu, anda langsung tahu seperti apakah dia. memang seprti itulah.

    #pam
    semoga keputusan itu selalu membahagiakan untuk ananda dan juga keluarga. yang pasti panggilan tuhan memang sebuah misteri. tetapi justeru karena itulah panggilan itu menjadi menarik.

  13. Frater Telo yang baik,
    aku baca komentar-komentar anda di blog tobadreams, rupanya Frater pernah ke Samosir. Sebenarnya kalau pun belum pernah, aku yakin pesanku berikut ini akan tetap penting buatnmu :

    Hutan alam Tele, sisa-sisa pusaka Hutan Tano Batak di Kabupaten Samosir, sejak dua hari lalu mulai dibabat dengan gergaji mesin. Pekerja sengaja beroperasi malam hari, menghindari demo masyarakat yang dari awal sudah menolak rencana pembabatan hutan heterogen tersebut.

    Berdasarkan izin yang dikeluarkan Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, hutan seluas 2.250 hektar itu akan dijadikan perkebunan bunga, oleh investor Korea.

    Kami, Komunitas TobaDream di Jakarta, yang akan menanam 1.000 batang pohon di Samosir poda 3 Maret mendatang, sangat prihatin atas kebijakan Bupati. Padahal ketika berdiskusi dengan kami sekitar empat bulan yang lalu, Bupati sudah berjanji tidak akan mengorbankan kualitas lingkungan demi pembangunan di sana.

    Dengan ini kami mohon dukungan rekan-rekan semua, blogger Indonesia, untuk ikut memberi tekanan agar pembabatan hutan Tele dihentikan. Berilah komentar, itu pun sangat berharga, atau sumbangkan ide dan doakan agar kelompok kami yang kecil dapat menggalang sumber daya dan dukungan untuk menyetop penebangan di Tele.
    Mudah-mudahan tidak perlu jalan kekersan, tapi kalau keadaan memaksa mudah-mudahan kami berani dan tabah.

    Cuma satu kata : LAWAN (Wiji Tukul)

  14. iya eh. latin makin buanyak. dimana mana pake bhs latin.

  15. Hmmm jauh juga dari USA, dari harvard lagi, sekolah yang bergengsi euy :-)
    Saya juga percaya Tuhan itu cinta pada manusia dengan pesan cinta dalam kitab suci-Nya dan alam ciptaanNya

  16. Kok bisa gitu ya Frater, dalam pemahaman saya, imam melakukan selibat agar bisa mencurahkan hidup sepenuhnya untuk Tuhan :sad:
    Jadi jika terjadi hal seperti itu, apakah wacana kalau imam diperbolehkan menikah efektif ya. Lha bisa saja malah timbul masalah baru.

  17. dalem banget nih kang edy ulasannya!

  18. #mercuryfalling
    karena dulunya dari sana asalnya

    #perempuan
    jauuuuh

    #sigid
    bener sampeyan, mungkin akan timbul masalah baru. dan pernikahan kemudian bukanlah solusi.

    #Resi Bimo
    dalem?

  19. Ehemmm…
    Tin, salam dinggo Galih ya…
    I have no comment! :)
    Hehehehe…

    Ciiiirrrr…..

  20. #Kandar Ag.
    yo tak sampaikan………

  21. tantangan jaman tambah berat yo ter, yang bukan imam berat untuk menafkahi keluarga, sedang yang jadi imam pasti jauh lebih berat sudah dibebani pelayanan umat yang beraneka rupa bikin stress (mungkin) ditambahi harus manjaga imamat. mungkin memang harus ada kompromi..

    duh…

    *ini komen baru bisa saya tulis setelah berhari-hari mikir tentang posting sampeyan ini ter. :D

  22. Ups, masih tidur to … :???:
    Balik lagi ah

  23. Mas Telo – jadi nick name “Frater” diambil karena mantan atau pingin yang tidak kesampaian? Titip salam untuk teman – ikut prihatin juga kalau satu imam megang tiga paroki. Aku kira di Serpong yang satu pastor satu paroki sudah kasihan, ternyata di sana lebih kasihan lagi.

  24. Ah tidak, aku sudah mantab dengan jalan panggilan sekarang

    memang, kita sudah berjuang dijalan masing-masing, dan itu tidaklah mudah!

  25. ternyata isu para pemuka di mana-mana sama saja ya. Bagaimanapun , sebetulnya pemuka agama itu manusia, bukan? kalau dikekang ya jadinya malah kebablasan.. mungkin ide para teolog USA itu perlu difollow up, jangan jadi sekedar opsi saja.

  26. mas itu kok formulabisnis.com kok ada di blogrollnya ya. Bukannya situs penipuan tuh. aku sih bacanya di sini tentang situs itu http://otak-atik.com. Kasihan lah umat kalo di arahin ke situs2 yang nipu kaya gitu… heheheh..

  27. @geak:
    berarti aku dah kena tipu dong? he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: