Saat teduh

Kamis malam pukul 22.00 menjadi waktu yang penuh rahmat. Waktu yang indah untuk merenung tentang eksistensi. Dan setiap Kamis malam itu, aku bermenung dengan Andy F Noya sang presenter acara Kick Andy di Metro TV.

Dari sederet acara televisi yang semakin tidak bermutu, aku menemukan Kick Andy yang selalu tampil mengaduk-aduk emosi dan rasa kemanusiaan.

Malam ini dia berada di RS Kanker Dharmais, Jakarta. Bersama dengan para penderita dan survivor. Sungguh kisah-kisah yang menggetarkan. Dan aku gampang sekali tersentuh dengan kisah-kisah itu. Kadang air mataku menetes pula. Ah, sayang sejak kecil aku sudah dididik untuk tidak menangis karena menangis adalah cengeng. Apalagi lelaki menangis, itu memalukan. Namun, ketika bersama dengan kisah-kisah menggetarkan Kick Andy, aku tak kuasa menahan air mata. Aku tidak peduli dianggap cengeng. Toh aku nonton tvnya juga sendirian.

Adalah seorang Lina, gadis kecil yang sudah harus hidup dengan penyakit kanker ovarium/kanker rahim. Dia ceritakan perjuangannya ketika menghadapi rasa sakit. ”kalau merasa mual, makan saja yang banyak, agar mualnya hilang”, ungkap dia penuh semangat.

Ada lagi seorang Ahmad yang kena kanker mata. Sungguh tegar, dia mungkin tidak pernah berpikir bahwa sekarang dia hanya dengan satu mata. Penderitaan itu dia alami dengan kegembiraan bermain sepak bola.Begitu juga dengan Anggun yang karena kanker tulang harus kehilangan salah satu kakinya. Dia tidak pernah kehilangan asa untuk menjadi seorang guru ngaji.

Oh, Tuhan……….Ketika disuguhi kenyataan macam ini, aku merasa sangat-sangat egois. Ada ketakutan dalam diriku kalau-kalau aku mengalami penyakit yang sama dengan mereka. Lantas doaku adalah supaya aku terbebas dari segala penyakit itu. Dan ketika aku juga mendengar berita kebanjiran, lantas doaku adalah supaya banjir itu tidak menghampiri tempatku. Aku kadang merasa sebagai seorang yang benar-benar egois. Aku berdoa supaya kemalangan yang menimpa orang lain itu tidak menimpaku.

Sebagai orang yang lebih beruntung karena tidak mendapat penyakit seperti mereka, aku kadang masih suka mengeluh. Apalagi kalau sakit. Batuk atau pilek saja aku sudah bingung. Ah……….bagaimana sikapMu ya Tuhan padaku ketika tahu kalau aku mengeluh. ……..Aku sudah kasih kamu sehat selama 23 tahun, dan sekarang Kuberi kau sakit 3hari saja kau sudah mengeluh……….mungkin Tuhan berujar begitu padaku.

Ya aku sudah diberinya kesehatan bertahun-tahun, dan Tuhan hanya memberiku sakit selama 3hari. Itupun aku sudah mengeluh dan mengaduh.

Ketegaran mereka para penderita kanker menyalakan api dalam hatiku bahwa hidupku lebih dari sekedar tubuhku. Bahwa aku bukanlah tubuhku.

21 Responses

  1. Frater, ada orang bilang pintu surga lebih terbuka untuk orang cacat yang dengan ikhlas menerima penderitaanya tanpa sekalipun menghujat Tuhan.

    Tapi satu hal yang sering saya temui, entah kenapa para tuna netra yang sudah buta sejak lahir jika saya jumpai selalu tersenyum, entah ia sebagai pengemis, pemijat jalanan, pengamen tapi satu hal yang selalu mereka berikan adalah senyum, sungguh ironis jika membayangkan kita yang sehat wal’afiat dari lahir sampai hari ini sebagian besar hidup kita justru dipenuhi keluh kesah dan gerutuan…

  2. saya jadi teringat dengan almarhum kakak saya juga meninggal karena kanker rahim…saya melihat dengan jelas bagaimana kakak saya berjuang melawan penyakitnya dan bagaimana dia punya semangat yang begitu tinggi untuk hidup ,sayang dia harus mengalah…saya banyk belajar dari kakak saya bagaimana Tuhan begitu mudah mengambil kita,sementara kita masih terlena tanpa siap untuk itu.

    salam

  3. Bagian paling inti dari keindahan adalah keharuan atas takdir kita, demikian pula sebaliknya.

    Bersyukurkah Frater, kalau rasa haru kita masih berfungsi, masih sensitif seperti emak-emak kita di kampung. Itu pertanda jiwa kita masih hidup dan kita boleh merasa senang menyebut diri manusia.

    Cheer up Frater

    Merdeka

  4. Kadang orang dengan banyak kekurangan (cacat fisik) justru lebih pintar bersyukur. Toh yang ngga sempurna itu hanya fisik bukan semangatnya menjalani hidup.

    perenungan yang bagus ter.

  5. penderitaan membuat mereka jadi kuat.

    kadang, hal2x kecil aja bikin kita ngeluh ya..dooooh

  6. Kalo disuruh milih, semua orang pasti mintanya yang paling bagus. Pas sudah kena pilihan paling jelek, apa kita bakal marah dan jadi orang gila teriak ama TUHAN sambil ngacungin tangan mau mukul DIA?

    Tapi itu teori para filusuf – teori yang baru teruji dan terlihat benar dikala kita lihat orang-orang seperti yang diwawancari Andy F Noya. Aku salut benar sama orang seperti beliau, moga aja TV yang lain bisa belajar dan mulai secara berangsur menghilangkan tayangan gak mutu macam sinetron yang lebih minterin kita nyiksa pembantu, ngusir orang, dan bla bla … *ah kok jadi negatif*

    Salam :-)
    * aku jadi ingat kalo,kena sakit perut aja bawaannya mau marah2 terus ;-) *

  7. Ah, ternyata mereka sudah lebih dekat kepada Tuhan.

  8. belajar dari tiap orang, dan menjadikan mereka sebagai guru hidup terbaik…
    :mrgreen:

  9. thx ya udah mampir :)

    kt emang banyak ngeluh, kadang udah di kasih semua masih aja kurang. sekarang gw lebih banyak belajar utk bersyukur.

    take care :)

  10. numpang lewat…….happy birthday ,frater! yang ke…(boleh sebut?)stttt..still too young…

    GBU

  11. Aku juga suka ma acara itu, bagus koq mas. Dan juga laki-laki menangis dengan alasan yang jelas juga ngga masalah.

    Salam kenal mas.

    ijin link juga ya…

  12. *baca komentnya mama icel: happy birthday ,frater! yang ke…*

    Sampeyan ultah yo ter? met ultah ya..

    (menunggu dibagi kue :-)

  13. Hal yang sama ketika sepupuku masuk rumah sakit dan divonis mati oleh kanker darah.
    Sampai dengan hari terakhir dia lalui dengan senang, bekerja dengan baik dan selalu gembira. :D

  14. pro mama icel dan papanya stesha,
    iya tgl 31 januari kemarin, saya ulang tahun…..thanks sekali ucapan dan doanya………kuenya imajiner aja ya……….

  15. Wah, ternyata humanis juga.. haha, add ku di link yah..

  16. Achhh… aku juga gampang sekali cengeng klo lagi liat kisah2 sedih…

    Met ultah yach… (biarpun telat) :)

  17. wah aq paling telat nich, met ultah ya frat, semoga selalu dilimpahi berkat Tuhan.

  18. #dwihandyn and qutilang
    Thanks yaa

  19. Emang kadang kita kurang bersyukur atas nikmat yang ada terutama nikmat kesehatan…klo udah sakit baru deh….
    Btw, ikut mengucapkan happy B’day yach…semoga tambah sukses

  20. He he, manusia itu rapuh ya Frater :grin:

  21. setuju kalau kick andy memang acara yang ok.
    soal nangis, menurut saya gak ada hubungannya tuh dengan cengeng. lelaki sejati bukanlah seseorang yang kekar tubuhnya, tapi justru mudah tergerak oleh hal hal yang menyentuh.

    salam kenal mas…

Leave a Reply