Pernahkah Anda kehilangan sesuatu atau seseorang? Hampir sebagian besar dari kita akan mengatakan pernah.
Beberapa hari yang lalu, seorang teman bercerita kalau dia ditinggal kekasihnya. Kalau hanya ditinggal pergi ke luar kota tidak mengapa, tetapi ditinggal menikah! Tentu sedih sekali teman ini.
Ketika tahun yang sudah berlalu, aku banyak mengalami kehilangan. Minggu pertama bulan September, note bookku hilang di kereta api. Karena lelah, sehabis menghadiri pernikahan saudara di kampung halaman, maka aku tak sempat lagi memerhatikan barang bawaanku di kereta itu. Aku yakinkan bahwa aman. Tetapi ternyata kendati yang aku tumpangi kereta Argo Anggrek (yang katanya KA Eksekutif), bisa hilang juga note bookku digondol maling. Wah, bukan hanya note book tentu yang hilang, tetapi juga seluruh data-dataku juga hilang.
Kemudian, seminggu berikutnya. Aku kehilangan beberapa daun anthurium jenmaiiku karena dimakan tikus. Memang, tikus tidak tahu bunga mahal, maka akupun tidak menyalahkan tikus itu.
Pengalaman kehilangan menjadi pengalaman yang mengesan. Apalagi kalau kehilangan barang atau orang yang mendapat tempat khusus di hati, rasanya sukar sekali untuk tidak sakit hati. Akupun sebagai manusia biasa juga merasa sedih dan sakit ketika kehilangan milikku. Namun, pengalaman kehilangan kali ini (kehilangan note book dan jenmanii) menjadi bahan menarik bagiku untuk membuat keputusan. Apakah aku akan sedih atau tidak? Semula aku memang sempat syok. Tapi hanya sebentar aku biarkan diriku dikuasai perasaanku itu. Aku berpikir untuk apa aku bersedih? Kasihan sekali aku kalau bersedih. Sudah hilang milikku (satu kerugian), masih sedih pula aku (berarti dua kerugian). Maka, aku putuskan untuk tidak larut dalam kesedihan.
Dan aku sadar, ketika aku mendapatkan sesuatu maka pada saat itu juga aku harus siap untuk kehilangan sesuatu. Ketika aku mendapatkan sahabat, saat itu juga aku harus bersiap bahwa suatu ketika aku akan kehilangan sahabat itu. Bukankah semua manusia akan mati?
Filed under: Reflection | Tagged: diri, hilang, refleksi

Kehilangan. Akan membuat kita sedih dan gembira.
Kehilangan barang atau orang yang kita cintai bisa membuat sedih.
Kehilangan yang membuat kita gembira, yaitu kehilangan nafsu biirahi. Sehingga manusia hidup dalam kedamaian.
Kisah kehilangan bisa juga dibaca di blogku dengan judul : Tameng Untuk Ayah.
Karena kehilangan hanya terjadi pada orang yang memiliki, maka wajar kiranya menyelipkan rasa syukur saat kehilangan. Meski di awal rasanya kecewa, sakit ati, kesel dll.
makanya…jangan mencintai terlalu berlebihan…
kaya kemaren saya sangat cinta sama payung item saya… eh, kejepit pintu mobil… hikz…
Ada yang lihat sepatu saya, gak?
Eh, maaf, nyasar…. monggo, Frat….
Kalo kehilangan iman piye yo Ter?
@Bamby
Kalau menunggu kehilangan nafsu birahi terlalu lama pak, karena ditaruh dijalanpun kagak ada yang mau ngambil. he he
@cintabening
so wise……..
@sezsy
semoga cepet dapat gantinya, jangan nangis ya dik, ya.
@chocovanilla
jangan2 dimakan tikus juga sepatunya yang bau itu….
@kabarihari
dan itu sangat mungkin terjadi lho pak. apalagi di zaman ini, ketika orang merasa begitu otonom dan tidak tergantung lagi, bahkan ma tuhanpun dia merasa tidak tergantung dan tidak butuh. namun smoga kita tetap menjaganya supaya tidak ketriwal.
kalo ngga ingin kehilangan memang semestinya dijaga sebaik-baiknya. Tapi sudah dijagainpun kalo Tuhan menginginkan untuk mengambilnya ya apa boleh buat…(ini sih pengalaman pribadi saya kehilangan anak
Jemani hilang,Ter?aku juga pernah kehilangan bunga 2 adeniumku yang udah berbonggol hilang digondol maling.sedih dan misuh2 dah pasti,tapi aku masih bersyukur karena anthuriumku selamat,hehehe…….
beberapa bulan lalu aq ditinggal mati 2 kucingq si ireng dan kesi,dalam waktu yang tidak terlalu lama, sedih juga sih karena sudah menjadi bagian keluarga. Tapi dengan besarnya anaknya kesi jadi gak terlalu sedih lagi.
semua kejadian pasti ada hikmahnya…
hari ini kehilangan seswatu, hari lain pasti akan mendapatkan seswatu kok..
hidupku justru berwarna karena kehilangan demi kehilangan
@ Frater,
kalau bisa jangan bawa notebook deh klo naik kereta, dolo gw juga wara – wiri Jogja – Jakarta ndak berani bawa – bawa kecuali bisa nahan kantuk en klo mo ke toilet juga harus di bawa wakakaka…
ehm… kehilangan,
yang paling terasa adalah kehilangan masa, sebab segala sesuatu akan terasa begitu berharga dan begitu bernilai justru setelah masa itu telah lewat. Saat kita sedang memilikinya seringkali kita hampir meniadakan nilainya, menganggap kecil peranya dan kadang malah terasa sebagai beban, tetapi justru ketika masa itu telah lewat, selalu muncul senandung rindu untuk kembali kebelakang meski kita sadar itu adalah hal yang tak kan pernah terjadi. Kenangan akan masa yang telah lewat seringkali menghadirkan butir – butir romantisme yang kadang mendayu – dayu, apa lagi jika anda adalah orang yang suka merenung.
Biarlah yang hilang menjadi kenangan serta jadikan sebagai teman dalam langkah kedepan.
Salam.
@kabarihari
intinya adalah baagaimana kita tidak terikat dengan apa yang kita milki, atau tetap lepas bebas.
@mamaicel
mama penggemar bunga juga ya? bagi2 dong benih euforbia, kalau ada.
@qutilang
kucingnya tetep sehat2 ya.
@anasmcquire
ya, karena rencana tuhan pasti indah pada saatnya
@gamma
hukum alam ya…….
@sungai
salut karena bisa menikmati kehidupan dan pengalaman bahkan yang pahit sekalipun.
@Ferry ZK
aku trauma
mampir neh…….
Semua yang ada di dunia ini sebenarnya bukan milik kita, hanya titipan , jadi suatu saat kita harus senantiasa siap pada saat yang diatas mau mengambilnya kembali. Hanya keridhoan dan keikhlasan yang harus selalu ada dalam diri kita.
setuju Ana.. semuanya hanya titipan…tapi sedih dan kehilangan yang amat sangat itu juga tak bisa dihindari saat bapaknya si ammar Jr mati… hiks.. Salam kenal frater..
[...] Apakah saya bisa mengatasi rasa kehilangan itu? Pagi tadi saya baca tulisan FraterTelo tentang kehilangan. Satu sisi saya mencoba untuk menjadi manusia tegar, semua yang ada di dunia ini hanya titipan, [...]
Kita tidak akan pernah merasakan bersyukurnya mendapatkan sesuatu tanpa pernah merasakan kehilangan.
Salam kenal Frater …
ya…kata orang-orang bijak sih kita memang harus jadi ” a good loser”….
baidewai…baru-baru ini aku juga kehilangan sandalku…
tau deh…dimakan tikus juga kali…
Semua ada hikmahnya… semua ada Awal dan Akhirnya… nikmati selagi ada dan bisa karena kita tidak tau nantinya…..
Betul…apapun yang kita miliki sebetulnya hanya barang titipan….bahkan kita tak memiliki nyawa kita sendiri. Jadi selalu berpikir positif, ada hikmah dibalik semuanya itu.
Ngutip lagunya Letto. Kamu tak akan pernah kehilangan kalau tidak pernah merasa memiliki”.
Ngutip anonymous “Letakanlah di tangan jangan di hati”., heee artiin sendiri ya maksudnya
Sedih pasti dan boleh itu, yang pasti si ada pelajaran pada peristiwa kehilangan itu
dalam seluruh perjalanan, untuk mendapatkan kita harus lebih dulu kehilangan….
jadi ingat filsafat moderen mengenai memiliki dan menjadi. Pada yang pertama engkau akan sering kehilangan, tapi ketika sudah menjadi engkau tak mungkin apapun lagi.
Bukan begitu Frater Telo yang baik ?
Apa kabar kawan?
Horas
sorry frater, kalimatku tadi kurang lengkap. Aku copy paste aja ya.
dalam seluruh perjalanan, untuk mendapatkan kita harus lebih dulu kehilangan….
jadi ingat filsafat moderen mengenai memiliki dan menjadi. Pada yang pertama engkau akan sering kehilangan, tapi ketika sudah menjadi engkau tak mungkin kehilangan apapun lagi.
Bukan begitu Frater Telo yang baik ?
Apa kabar kawan?
Horas
Kalau kehilangan barang sih jarang. Tapi kalau kehilangan uang sering…
berpisah dengan seseorang yang kita sayangi bukan kah itu kehilangan juga???
aku pernah merasakannya, kehilangan cinta pertamaku huahuahua…
untung itu udah masa lalu hiks..hiks..hiks….
aku adalah orang yang sedang sedih saat ini. orang yang aku cintai akan menikah dengan orang lain. terlalu rumit untuk diceritakan, dunia ini gelap
aku mencoba bijak, dan menunggu seseorang yang bisa membuat dunia ini hidup lagi