Dengan sebuah Novena Tiga Salam Maria

Dulu, ketika aku masih ada di Seminari, setiap akan ada peristiwa penting, aku selalu berdoa Novena Tiga Salam Maria. Mungkin karena faktor lingkungan maka begitu gampang aku menyediakan waktu untuk berdoa. Bagaimana tidak, di Seminari, aku hanya diberi tugas pokok berdoa dan belajar. Bahkan lingkungan sekitarku, entah itu teman ataupun pembimbing semua adalah orang yang suka berdoa. Maka tidak heran mengapa aku menjadi orang yang rajin waktu itu. Tidak ada godaan untuk tidak berdoa. Malah sebaliknya jika tidak berdoa rasanya ada yang kurang. Ah seperti kecanduan saja. Kecanduan pada doa.

Akhir-akhir ini, aku memulai kembali untuk menekuni hidup doa. Aku merasa sudah begitu lama aku tidak lagi berdoa. Apalagi Novena Tiga Salam Maria, yang waktu itu menjadi doa kesukaanku. Ketika mau ujian atau test aku selalu mendoakannya bersama teman-teman satu kelompok basis. Ada semacam perlombaan doa waktu itu karena setiap anak tidak mau ketinggalam berdoa.

Kini, ketika tidak lagi di Seminari, seakan tiada lagi alam yang mendukungku untuk meluangkan waktu untuk berdoa. Seakan waktu habis hanya untuk bekerja. Waktu habis untuk melakukan kegiatan duniawi, kegiatan material, kegiatan profan. Seakan tiada lagi waktu untuk kegiatan rohani, kegiatan spiritual, kegiatan surgawi.

Ah itu hanya alasanku saja, alasan kalau aku malas.

Tapi benar, aku merasa sungguh kekurangan waktu untuk berdoa. Ah….apakah Tuhan akan marah kalau aku mengatakannya. Mengapa sampai aku tidak memberi waktu padaNya, padahal semua waktu hidupku adalah pemberianNya. Ya ampun! ternyata aku sudah jauh menyeleweng.

Kini, sebuah doa Novena Tiga Salam Maria menjadi doaku saben hari. Di temani sebatang lilin, kudaraskan syukur dan permohonanku. Mungkin aku sudah takut akan cepat kehilangan waktu.

Ternyata masih ada waktu untuk berdoa. Ternyata tidak selamanya bekerja itu memuaskan dan memberikan kelegaan. Dan ternyata kekuatan doa luar biasa.

18 Responses

  1. Membaca tulisan ini, saya menangkap bapak pernah di Seminari. Apakah keluar pak? Boleh sedikit disharingkan kenapa keluar dari seminari pak?

    Salam kenal dari Cibinong.

    Yustinus SP.

  2. Dulu setiap ada permohonan atau pekerjaan besar saya selalu berdoa Novena Tiga Salam Maria dan belum pernah kecewa. Tapi sekarang bahkan doa malam saja kadang lupa. Uh, mengerikan sekali ya?

  3. Do’a adalah hembusan nafas, mana mungkin bisa terlupakan ? setiap tarikan adalah mengingatNYA dan setiap hembusan adalah berpasrah kepadaNYA kenapa pula bisa terhenti ?

    Do’a palsu barangkali ya ! do’a penuh nafsu akan pengharapan serta tipuan tata cara mengungkapkanya,

    Do’a adalah denyut jantung dalam keseharian…

  4. @ pam
    Salam kenal juga dari saya, just enjoy be the father of seminarian.

    @chocovanilla
    semoga tidak terus merasa bersalah karena tidak berdoa. yang terpenting adalah kita mau memulainya. kalau tidak sekarang kapan lagi?

    @Ferry ZK
    so wise………

  5. Hallo Frater, salam kenal.
    Doa mungkin berbeda-beda perwujudan dan pelaksanaannya. Ada yang senang dengan pendarasan dan ada juga yang senang dengan jurus-jurus tertentu. Tapi ada juga yang tetap beraktivitas tapi sambil terus berdoa alias tidak tampak bahwa dia sedang berdoa.

    Tuhan memberkati.

  6. @Emanuel Setio Dewo
    yah saya setuju ada “contemplatio in actione” gagasan st. ignatius de loyola. asal jangan dijadikan pembenaran saja bahwa sebetulnya malas berdoa lalu mengatakan doa saya kan kegiatan saya.

    Salam damai-salam kenal
    Berkah dalem

  7. Kemarin saya merasa berdoa atau ke gereja itu sebagai bagian dari masa lalu saya. Membaca postingan ini seperti mengingatkan saya betapa dulu doa ini pernah menjadi favorit saya,

    Sepertinya saya harus membuka-buka lagi buku Puji Syukur dan mulai berdoa lagi..

  8. @kabarihari
    boleh-boleh, saya kemarin juga beli puji syukur, Rp 25,000,-. Buku baru semangat baru pak,

    refleksi saya tentang ke gereja saya tulis di http://edymartin.wordpress.com/2008/01/07/kerinduan-beribadah/

  9. Di keluarga kami, doa Novena 3 Salam Maria sudah menjadi bagian dalam kehidupan kami. Papa & Mama bertekun dalam devosi pada Bunda Maria. Saya sering kali gagal melakukan novena, mungkin karena niatnya yg ngga kuat. Tapi kali ini saya mau mencobanya lagi. Mudah2an berhasil.

  10. katulik banget sihhh… hehehhe. guyon Tin..
    aku juga suka berenang di pangkuan bunda kok

  11. wah frater
    semakin dimasuki
    semakin diselami
    adanya cuma
    semakin menarik…saja..

  12. Berdoa memang sangat nikmat, Frater. Saat kita merasa kecil dan lantas melebur dalam kasihNya.

    Salam kenal. :)

  13. Ternyata masih banyak orang Katholik. Saya sering mampir di pojok yang bernuanasa Katholik dan merasa tidak sendirian di bumi. Tetapi kadang saya merasa hampa semua simbol tidak lagi bermakna. Aku hanya bergumam dalam hati: ” Tuhan ini aku, dalam keadaanku kini”. Bagaimana menurut om.

    Salam kenal Om. Saya coret ini biar nanti bisa mampir lagi.

  14. > atakeo

    A friend of mine just told that as catholic, we’re living on the edge. kita hidup di pinggiran, tapi jangan merasa dipinggirkan. You’re not alone!

  15. aku bukan orang katolik, tapi saya sangat suka dengan tatacara peribadatan katolik yang benurut aku bisa saya ikutin. dan untuk saat ini saya ingin bertanya apakah yang non katolik bisa melakukan doa NOVENA? karena saya ingin sekali berdoa NOVENA tapi saya tidak tau bagai mana carannya. apakah ada yang mau membantu saya? kalau anda mau tolongdong kirimkan ke mail saya di samuel_sie82@yahoo.com
    Atas bantuanya saya ucapkan banyak terimakasih.

  16. saya sungguh merasakan kedamaian ketika berdoa novena, karena saya yakin harapan saya sudah terwujud di depan mata. ayo teman-teman teruslah berdoa novena dan yakinlah begitu dahsyatnya doa ini. saya ingin teman-teman merasakan apa yang saya rasakan. yakinlah akan kekuatan doa ini.

  17. ada kedamaian yang selalu saya rasakan ketika berdoa novena trimah kasih Bunda Maria untuk pertolongannya. Trimah kasih Santo Yudas Tadeus

  18. apakah doa novena tiga salam maria ini akan mengabulkan permohonan kita..walaupun kita bukan org yang betul2 beriman…aq sangat tertarik dengan doa ini,,tapi aq merasa aq tidak pantas untuk mendoakannnya..dan aq merasa bunda maria tidak mau menolongku…
    apakah doa ini juga berlaku bagi orang yg jarang berdoa..bahkan hampir tidak pernah berdoa..
    mohon sharinngnya…trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: