Pidato Kematian

Setiap dari kita memiliki angan: kelak ketika sudah mati, kita ingin dikenang sebagai orang yang seperti apa. Ada yang ingin dikenang sebagai pengusaha yang sukses. Ada yang merasa bangga bila dikenang sebagai pamong praja yang bijaksana. Ada yang ingin dikenang sebagai guru yang disukai oleh murid-muridnya. Ada yang ingin dikenang sebagai pemuka agama yang saleh. Semua orang ingin dikenang. 

Dan kita yakin bahwa setiap dari kita pasti ingin dikenang sebagai orang baik. Kita ingin orang mengingat kebaikan kita saja. Kelak, dalam pidato kematian kita, mungkin anak kita, isteri atau suami kita yang akan berpidato, kita ingin orang membicarakan kebaikan kita. Betul, semua orang ingin dikenang sebagai orang baik. Dalam lubuk hati yang paling dalam pasti ada kebaikan. Kendati seorang penjahat atau pembunuhpun pasti memiliki kerinduan yang terdalam akan kebaikan. Mengarahkan hati dan tenaga untuk kebaikan adalah kunci sukses. Kendati dalam kitab suci, kita tidak menemukan kata sukses bukan berarti Tuhan tidak menghendaki  kita menjadi orang sukses. Tuhan menghendaki semua manusia menjadi sukses. Dan sukses menurut Anda pasti berbeda pengertiannya dengan sukses menurut rekan Anda yang lain. Kebaikan dan sukses itulah yang kita inginkan supaya orang kenang setelah kita tiada. 

Pernahkah Anda mencoba membuat sebuah pidato kematian (eulogy) Anda sendiri. Cobalah Anda membuatnya. Cobalah Anda menuliskan sebuah pidato kematian Anda sendiri. Pidato yang akan dibacakan ketika Anda sudah terbujur dalam peti mati dan terkubur dalam tanah. Entah, mungkin anak Anda yang akan membacakan pidato kematian itu. Coba apa yang akan dikatakan anak Anda dalam pidato itu. Dengan melakukan ini, Anda sudah mencoba untuk membuat tujuan hidup Anda secara lebih konkret. Selanjutnya bagaiman kita memperjuangkannya supaya kelak ketika kita mati, pidato kematian yang bernada kebaikan dan kesuksesanlah yang akan kita dengar. 

Be Smart!

About these ads

3 Responses

  1. Terima kasih atas artikel ini yang bisa mengingatkan seseorang terhadap kematian sendiri. Kepada penulis tulisan ini, saya menyatakan bahwa kata sukses dalam Alquran memang tidak ada, tetapi sinonimnya adalah keridhaan Allah Swt.

  2. Edy Cii Boeda’x Gamb

  3. Fantastic goods from you, man. I’ve have in mind your stuff prior to and you’re just extremely magnificent. I actually like what you’ve obtained here, certainly like what you’re saying and the way in which wherein you assert it. You make it entertaining and you still take care of to stay it sensible. I cant wait to read much more from you. That is actually a wonderful website.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: