Kepemimpinan Situasional

Untuk menjembatani antara kesuksesan sesaat dan keefektifan jangka panjang, Seorang pemimpin  harus mengembangkan 3 kemampuan dalam bekerja sama dengan sejumlah orang. Kemampuan ini sangat penting bagi seorang manager di tempat kerja, orang tua di rumah, ataupun guru ketika mengajar di kelas. Karena itu, jenis keahlian yang diperlukan para pemimpin yang efektif dalam mempengaruhi perilaku orang lain dan bekerjasama dengan orang lain adalah: 

  • Pemahaman perilaku di waktu yang lalu
  • Memperkirakan perilaku di masa mendatang
  • Memimpin, mengubah dan mengendalikan perilaku 

Dari sini, dapat dilihat bahwa tanpa aktivitas, memimpin, mengubah dan mengendalikan perilaku bawahan, maka seorang bawahan akan bersikap terus selamanya seperti di masa lampaunya. Organisasi yang berhasil memiliki sebuah siri utama yang membedakannya dengan organisasi yang tidak berhasil yaitu kepemimpinan yang dinamis dan efektif. Berbicara tentang pengertian kepemimpinan, banyak ahli yang memberikan definisi, namun secara umum kita dapat simpulkan dan sepakati kepemimpinan dalam pengertian sebagai berikut: 

“Proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.” 

Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang kepemimpinan, teori-teori manajemen menyusun sebuah skala bertolak belakang, di satu pihak, gaya kepemimpinan akan digambarkan sebagai otokratis, sementara pihak lain demokratis. Gaya seorang pemimpin dapat digolongkan ke dalam dua kutub berlawanan ini.Jika seorang pemimpin telah terlatih dan tingkah laku bawahan telah terekam dengan baik, jelaslah bahwa label otokratis dan demokratis tidak perlu diperdebatkan lagi. Hasilnya adalah tingkah laku para pemimpin yang terlihat dan dapat digolongkan menjadi 2 kelompok, yaitu:

  • Perilaku dalam tugas: menyangkut sikapnya dalam memastikan bahwa bawahan melaksanakan pekerjaan sesuai yang diperintahkan.
  • Perilaku hubungan: menyangkut bagaimana pemimpin menjalin relasi dengan bawahannya. 

Maka muncullah keempat gaya kepemimpian berikut: 

1. Gaya kepemimpinan 1 (S1)

Gaya kepemimpinan ini ditandai dengan pengutamaan sejumlah tingkah laku dalam tugas daripada tingkah laku dalam berhubungan social. 

2. Gaya kepemimpinan 2 (S2)

Gaya kepemimpinan ini ditandai dengan penerapan sejajar yang tinggi antara tingkah laku dalam tugas dan dalam hubungan social. 

3. Gaya Kepemimpinan 3 (S3)

Gaya kepemimpinan ini ditandai dengan pengutamaan penerapan sejumlah tingkah laku dalam berhubungan social daripada tingkah laku dalam tugas. 

4. Gaya Kepemimpinan 4 (S4)

Gaya kepemimpinan ini ditandai dengan penerapan sejajar yang rendah antara sejumlah tingkah laku dalam tugas dan tingkah laku dalam berhubungan social. 

Penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan seorang pemimpin dipengaruhi oleh lingkungan. Begitu antusiasnya para peneliti untuk meneliti lingkungan dan faktor-faktor yang dapat menentukan keefektifan seorang pemimpin, akhirnya mereka meneliti para pemimpin di tempat kerja. Ternyata ada berbagai faktor utama yang mempengaruhi gaya kepemimpinan.Faktor-faktor yang mempengaruhi situasi kepemimpinan adalah:

  • Pimpinan
  • Bawahan
  • Atasan
  • Asosiasi-asosiasi
  • Tuntutan kerja
  • Waktu

Penelitian menunjukkan bahwa ada satu variable penting di antara berbagai variable tersebut yakni hubungan antara pemimpin dan bawahan. Jika bawahan memutuskan untuk tidak patuh maka variable lainnya mungkin menjadi tidak penting. Jadi, bagi seorang pemimpin, penting baginya untuk memaksimalkan kemampuan mengatur hubungan dengan bawahan. Adapun faktor-faktor kritis yang menentukan kesuksesan dalam hal ini adalah kemampuan seorang pemimpin untuk menilai secara tepat kesiapan seorang bawahan. 2 Komponen utama dari kesiapan adalah: 

  • Kemampuan

Pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dimiliki seorang ataupun  kelompok  untuk melakukan kegiatan atau tugas tertentu.

  • Keinginan

Keinginan berkaitan dengan keyakinan, komitmen dan motivasi untuk menyelesaikan tugas atau kegiatan tertentu. Berbicara soal kesiapan bawahan, kita berbicara soal tingkat kesiapan bawahan merupakan kombinasi dari berbagai kemampuan dan keinginan berbeda, ditunjukkan seseorang pada tiap-tiap tugas yang diberikan. Kuantitas kemampuan dan keinginan bervariasi dari sangat tinggi hingga sangat rendah, antara lain: 

Tingkat Kesiapan 1 (R1)

  • Tidak mampu dan tidak ingin

Tingkatan yang bawahan tidak mampu dan hanya memiliki sedikit komitment dan motivasi.           

  • Tidak mampu dan ragu

Tingkatan yang bawahan tidak mampu dan hanya memiliki sedikit keyakinan.           

Tingkat Kesiapan 2 (R2)

  • Tidak mampu tetapi berkeinginan

Tingkatan yang bawahan memiliki sedikit kemampuan tetapi termotivasi dan berusaha           

  • Tidak mampu tetapi percaya diri

Tingkatan yang bawahan hanya memiliki sedikit kemampuan tetapi tetap merasa yakin selama pimpinannya memberikan petunjuk           

Tingkat Kesiapan 3 (R3)

  • Mampu tetapi ragu

Tingkatan yang bawahan memiliki kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas tetapi tidak yakin dan khawatir melakukannya sendiri. 

  • Mampu tetapi tidak ingin

Tingkatan yang bawahan memiliki kemampuan untuk melakukan suatu tugas tetapi tidak ingin menggunakan kemampuan tersebut. 

Tingkat Kesiapan 4 (R4)

  • Mampu dan ingin

Tingkatan bawahan memiliki kemampuan untuk melakukan tugas seringkali menyukai tugas tersebut. 

  • Mampu dan yakin

Tingkatan bawahan memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas dan yakin dapat melakukannya seorang diri. Berbicara tentang gaya kepemimpinan, pentingnya kemampuan seorang pemimpin dalam mendiagnosa kemampuan tidak boleh terlalu ditekankan, karena keinginan dan kemampuan bawahan bervariasi sehingga pemimpin juga harus memiliki sensitivitas dan kemampuan mendiagnosa dalam mengenali dan menghargai perbedaan-perbedaan. Tanpa kemampuan mendiagnosa, para pemimpin dapat dikatakan tidak efektif meskipun mereka dapat mengadaptasi gaya kepemimpinan untuk memenuhi kebutuhan lingkungannya. Kemampuan ini tidak akan bisa berbuat apapun dari dirinya sendiri, ia menjadi penting bagi seorang pemimpin jika pemimpin tersebut mampu mengadaptasi gaya kepemimpinannya sesuai dengan hasil analisanya. Kondisi ini merangsang munculnya suatu model kepemimpinan yang disebut dengan KEPEMIMPINAN SITUASIONAL.

Untuk mendapatkan Inspirasi BISNIS ANDA sendiri, Klik di Sini!

About these ads

5 Responses

  1. [...] Salah satu gaya kepemimpinan yang akan diulas adalah Gaya Kepemimpinan Situasional. Seperti apa gaya ini silakan baca di Kepemimpinan Situasional. [...]

  2. terima kasih telah memberikan pencerahan

  3. ass,, contoh dari kepemimpinan dari situasional ada tidak ?

  4. Pada tingkatan R.1 terutama dalam organisasi pemerintahan,katakanlah sekolah,apa sebaiknya yang akan dilakukan kepala sekolah dalam hal ini ?

  5. referensi atau daftar pustaka g ad y?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: